JAMUR TEMPE
Bagi anda penggemar TEMPE (TEMPE LOVER) sudah pasti tidak asing lagi dengan makanan satu ini, yaitu TEMPE. Tapi tahukah anda apabila di dalam tempe terdapat jamur tempe? Apakah jamur tersebut merugikan atau justru menguntungkan? Berikut akan saya ulas beberapa fakta tentang jamur tempe. Bekicot gan! ^_^
Tempe adalah produk
fermentasi yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dan mulai
digemari pula oleh berbagi kelompok masyarakat barat. Tempe dapat dibuat
dari berbagai bahan. Namun demikian yang biasa dikenal sebagai tempe oleh
masyarakat pada umumnya ialah tempe yang dibuat
dari kedelai. Percobaan jamur tempe ini dilatar belakangi oleh
rasa keingin tahuan kami terhadap jamur yang terdapat pada tempe. Selain itu,
untuk mengetahui berbagai manfaat jamur yang terdapat pada tempe dan juga untuk
menyadarkan masyarakat bahwa tempe mengandung gizi yang tinggi. Dan bukan
sekedar makanan tingkat rendah.
kita dapat
mengetahui jenis jamur yang terdapat pada tempe. Kita juga dapat mengetahui
struktur jamur, bentuk tubuh jamur pada tempe. Dan yang paling penting adalah
mengetahui manfaat yang terkandung jika mengkonsumsi tempe.
1.
Jenis Jamur tersebut adalah
Rhizopus Oryzae.
2.
Bentuk hifa yaitu tidak bersekat.
3. Sebagai dekomposer dalam tanah dan
berperan penting dalam siklus karbon.Berperan dalam
beberapa simbiosis. Bermanfaat
untuk pembuatan bahan makanan yang menggunakan fermentasi. Sebagai
parasit pada amoeba.
4. Aseksual : 1. Ujung
hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora.
2. Bila spora jatuh di tempat yang
cocok akan tumbuh menjadi hifa baru.
3. Hifa bercabang – cabang membentuk
miselium.
4. Sporangium menghasilkan spora
baru.
Seksual : 1.Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa negatif
dan hifa positif.
2.Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gemetangium yang terdapat
banyak inti haploid.
3. Inti haploid gemetangium melebur membentuk
zigospora diploid.
4.Zigospora berkecambah tumbuh menjadi
sporangium.
5.Di dalam sporangium terjadi meiosis dan
menghasilkan spora
haploid keluar jika
jatuh di tempat contoh dan akan menjadi hifa.
Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhabiji kedelai atau beberapa bahan lain yang
menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh.
oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan
fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis
senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh
manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai
obat, seperti antibiotika untuk
menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah
penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga
terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada
fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi
sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh
dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe
diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya diIndonesia. Berbagai
penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang
berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas,
atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan
ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena
galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga
penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang
hak paten).
Reproduksi Zygomicotina
Aseksual : 1. Ujung
hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan
spora.
2. Bila
spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa
baru.
3. Hifa
bercabang – cabang membentuk miselium.
4. Sporangium
menghasilkan spora baru.
Seksual : 1. Dua
ujung hifa berbeda, yaitu hifa negative dan hifa positif.
2. Kedua
ujung hifa menggelembung membentuk gemetangium yang
terdapat
banyak inti haploid.
3. Inti
haploid gemetangium melebur membentuk zigospora diploid.
4. Zigospora
berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
5. Di
dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora
haploid
keluar jika jatuh di tempat contoh akan tumbuh jadi hifa.
Ciri-ciri
jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah:
a.
biasa hidup sebagai saprofit; b. miselium bercabang banyak dan hifa tidak
bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh;
c.
dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga sporanya
merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar ke
mana-mana;
d.
perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari
sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk
sporangium. Sporangium berisi spora. Spora yang terhambur inilah yang akan
tumbuh menjadi miselium baru;
e.
perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa
betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya.
Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya.
Jamur tempe merupakan kelompok
jamur zygomicotina yang banyak bermanfaat bagi tubuh manusia jika dikonsumsi
sebagaimana mestinya. Pada penelitian kali ini ditemukan bahwa hifa pada jamur
tempe tidak bersekat, mempunyai sel banyak, menyebar dalam sitoplasma, dan bersifat
prikariotik. Dan bentuk tubuhnya seperti kecambah dan dominant menyerupai
permen lollipop. Untuk pembentukan sporanya terjadi pada sporangium.
Adapun
cirri-cirinya sebagai berikut :
1.
Sebagai saprofit.
2.
Miselium bercabang banyak
3.
Hifa tidak bersekat
4.
Perkembangbiakan terjadi secara aseksual dan seksual
Dan
diketahui bersama mengetahui reproduksi Zygomicotina yakni secara aseksual
dimulai dari ujung hifa membentuk gelembung, sporangium yang menghasilkan
spora. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan menjadi hifa baru. Hifa yang
bercabang – cabang membentuk miselium. Tubuh jamur terdiri dari Rhizoid,
sporangiofor, dengan sporangium serta stolon. Dan sporangium tersebut
menghasilkan spora baru. Secara seksual dua ujung hifa berbeda yaitu hifa + dan
hifa – bersentuhan kemudian bergelembung membentuk gametangium yang terdapat
banyak inti haploid. Inti haploid tersebut melebur membentuk zygospora diploid
yang kemudian berkecambah membentuk sporangium. Di dalam sporangium terjadi
meosis dan dapat menghasilkan spora haploid. Jika spora haploid keluar jatuh di
tempat yang cocok maka akan menjadi hifa baru.
KESIMPULAN
Jamur tempe
merupakan kelompok jamur zygomicotina yaitu Rhizopus Sp, mempunyai hifa tidak bersekat,
berbentuk menyerupai kecambah, dan dominant seperti permen lollipop, dan
pembentukan sporanya terjadi pada sporangium.
Seharusnya setelah kita mengetahui manfaat jamur
tempe, yakni Rhizopus Sp kita hendaknya lebih sering mengkonsumsi tempe ^_^



Media apa saja kak yang membuat jamur tempe dapat tumbuh, selain daripada kedelai?
BalasHapus