Habis sudah... semuanya sudah berakhir...
Dimanapun aku selalu tidak beruntung...
Aku merasa seseorang yang lain daripada aku! Aku
tak mengerti!
Apakah diriku berharga? Tak ada yang melihat
aku...
Apakah ada orang yang akan menangisi
kepergianku?
Apakah aku menangis? Kenapa aku menangis? Apakah
ini air mata?
Bukan kah kematian merupakan kebebasan yang
mutlak?
Tak ada lagi alasan hidup... tak ada yang peduli
padaku...
Tak ada tempat dimana aku bisa kembali... tak
ada tempat lagi...
Ini kenyataan yang melukai perasaan...
Namun, hanya ada satu kehidupan yang bisa
dibentuk...
Orang yang hidup adalah orang yang memiliki
kemauan hidup...
Untuk memilih jalan hidup yang diinginkannya...
Setiap orang ingin bahagia...
Dan sekarang, sudah ku temukan... aku tak akan
merasa sendirian lagi...
Perasaan yang membuatku rindu... yang membuatku
bahagia...
Dialah orang yang ku cintai... sangat ku
cintai...
Tatapan mataku hanya tertuju pada satu orang...
Aku ingin segera berlari menjangkau orang yang
ku cintai...
Memeluknya dengan erat... dan takkan ku lepaskan
lagi...
Ya... banyak hal dan kesedihan telah ku alami...
Namun, semua kenangan indah... akan terus ku
simpan di dalam hati...
Juga orang yang ku cintai...
Ya! Hari yang baru telah datang...
Dimana waktu awan terbuka cahaya dari langit
menyiratkan rasa percaya...
Suatu nyanyian para malaikat dari surga...
Yang memberikan cinta dan harapan kelahiran yang
baru...
Dengan jiwa dan kasih sayang, disana ada impian
dan harapan...
Aku tak peduli apa kata orang...
Satu hal yang ku percaya sampai kapanpun bahwa
diriku punya arti...
Aku akan terus hidup tanpa harus menipu diriku
sendiri...
Dengan harapan, menatap lurus masa depan...
Di dunia ini banyak hal yang ingin dikatakan,
namun tak bisa diungkapkan...
Aku akan terus menyimpannya di dalam hati...
Adakah yang jiwanya terluka, tertawa tanpa
henti?
Namun dengan muka lusuh dan menangis penuh
kepedihan akan terasa melegakan..
Tidur di atas genting di bawah hamparan bintang dan
gelapnya malam...
Sambil melihat impian yang tak pernah berakhir
sampai tibanya fajar...
Yang membuat perasaanku rindu akan hari esok...
Pernahkah kamu berfikir tanpa sadar...
Memerhatikan musim yang berganti dengan
semestinya?
Ada yang dibutuhkan di dalam hati manusia?
Hanya kata – kata yang ku mengerti melukaiku dan
membuatku menangis...
Aku tak ingin melihat apa pun lagi yang berada
di dunia ini,
Menggantung semua impian tentang hari yang
cerah...
Perasaan seperti ini seperti terkurung di ruang
bawah tanah...
Menelan ombak dan menerima banyak luka, namun
musim masih mengalir...
Angin haluan pun menghembus dan menjadi bukti
musim dinginku...
Aku kedinginan...
Siapapun yang berada disampingku... datanglah
bila ku panggil...
Namun kamu dengan tatapan yang hangat mencairkan
segala beku hatiku...
Tertawa dan menangis bersamamu membuatku kembali
pada diriku sendiri...
Memainkan waktu dan melupakan pikirran dengan
suara jernih yang tak terputus...
Berlari keluar menuju mata itu...
Melanjutkan masa depan yang abadi di dunia,
dimana impian kecil pun tak terlihat...
Aku ingin tetap mempercayai sebagai diriku
sendiri...
Aku ingin menghargai hari – hariku yang penuh
kebebasan...
Saat ini aku memilih jalanku...
Aku tak ingin dipermainkan kebohongan...
Karena aku, tak ingin mengalihkan perhatian dari
perasaan yang jujur...
Meskipun warna merah dari bunga mawar mulai
layu...
Namun banyak daun – daun berguguran...
Aku ingin tetap membuatmu bahagia... memberikan
segenap jiwa dan harapan...
Aku ingin bahagia denganmu di saat aku tersesat
di kegelapan malam...
Ambillah aku dan bawalah aku pergi jauh, ke
tempat lain dimana tidak disini...
Bawalah aku pergi ke tempat suci... tempat yang
dipenuhi kebahagiaan...
Berikan aku cinta abadi yang tidak pernah
berakhir... aku ingin bahagia denganmu...
Bangkitlah dari mimpimu...
Raihlah kebahagiaan yang tidak dapat terhapus
oleh waktu...
Bawalah aku pergi... aku menginginkan
kebahagiaan...
Aku bermimpi di suatu tempat, burung – burung
bernyanyi dalam bahasa asing...
Awan yang bercahaya memberikan kehangatan...
Suara aliran air yang mengalir menenangkan
jiwa...
Rimbunan hijau daun yang memberikan kesejukan...
Suara anak – anak yang berlari bercanda di
hamparan padang rumput...
Tempat suci yang dipenuhi kebahagiaan...
Tidak ada tangan maupun air mata...
Dengan menanam sepasang sayap di punggung...
Terbang ke negeri kebebasan dimana kamu tak
dapat pergi sendirian...
Jadi bawalah aku... bawalah aku ke manapun kamu
pergi...
Bawalah aku ke tempat dimana hanya ada aku dan
kamu...
Ke tempat dimana kita bisa memberikan segenap
cinta hatiku...
Yang terasa bahagia ketika melihat senyumanmu...
aku ingin bahagia denganmu...
Aku menyukaimu yang sekarang daripada masa
lalumu...
Kamu membungkusku seperti melindungiku berlari
dengan cepat...
Jangan pergi sendirian karena aku merasa harus
bebas...
Keraguan dan lainnya telah kamu buang...
Percayalah pada teman yang pertama kalinya
mengertu dan pergi menemanimu...
Kamu yang menghampiri langit tinggi mengumpulkan
sinar dan mencari impian...
Segalanya, percayalah pada teman...
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dalam
hidupku sekarang maupun esok...
Seperti sayap – sayap patah... HANCUR!
Remuk aku terjatuh... sangat jauh... di dalam
kegelapan...
Namun dengan sekuat tenaga kamu mengejarku...
Menggenggam tanganku begitu erat...
Dan menarikku dari kegelapan yang tidak akan
pernah terlepas lagi...
Meskipun terluka melawan arus yang begitu
kuat...
Kamu tetap menarikku dan menguatkan genggaman
tanganmu...
Pengorbananmu terus membuat air mataku tak henti
– hentinya menetes...
Membasahi cakrawala yang gelap...
Sampai datang saatnya kita tiba di negeri
kebebasan kita...
Seperti jiwa – jiwa yang terlahir kembali di
surga, hanya ada kita berdua...
Dengan tatapan yang lembut, kamu memandangku...
lalu tersenyum padaku...
Dengan melihat senyummu... aku merasa bahagia...
Hidup hanya sekali... karena itu, hiduplah
dengan bahagia...
Sebab, kehidupan ini masih sangat panjang
memenuhi hidupmu... dengan cahaya...
Sudah ku temukan orang yang ku cintai...
Kita... takkan berpisah lagi? YA!
Kita akan selalu bersama... SELAMANYA...
Aku ingin bahagia...
Ayo, kita pergi... ke negeri kebebasan kita...
NB : kata motivasi itu ada di komik karya Wheyn Clef yg berjudul "Project X". dan kata2 itu merupakan kata2 tokoh Rein Hezebel pada komik Project X vol 2 :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar